Thursday, February 14, 2013

Nasib lo, ada di tangan lo... tapi Tuhan yang mencet tombolnya



Karena gue muslim gue mo ngucapin,
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH :D
Malam yang indah bukan??,
Oke! kali ini gue pengen nulis sesuatu yang sangat perlu untuk kita ketahui. Apakah itu? Pengalaman gue. Yep! Pengalaman gue! :D
Sob, lo kudu yakin dengan apa yang lo yakini, keyakinan itu penting, sob! Yakinlah dengan motto hidup lo sendiri. Kayak gue, yang selalu yakin dengan motto hidup gue...

إن الله لايغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah nasib mereka sendiri”

Keren gak tuh? ini juga buat lo semua, sob! karna gue punya cerita...



Story 1...
February, 14th 2013 on Thursday...
Hari ini, untuk ketiga kalinya gue ketemu ni cowok. Dia pemalu banget! dan gue yakin ya... dia itu temen SMP gue,entah kelas A atau C, yang jelas bukan temen sekelas.
yachh... seperti yang gue bilang, ini ketiga kalinya gue ketemu dia di daerah tempat gue kerja. kondisinya sama, gue ketemu ketika gue abis nganter pulang murid yang sakit. Dia selalu ngeliat gue, gue juga gitu sih (bukan jelalatan). Awalnya gue ragu, bener ga sih bi cowok temen gue? kalo kagak....? tengsin dong!! tapi napa dia ngeliatin gue terus ya? apakah gue cantik? OUHH!! Makasuuiiihh... butuh kembalian?? #GLODAKK (apaan sih?)
Fokus...
dengan ketemunya gue kali ini, gue bener2 yakin kalo dia tu temen gue waktu di SMP. Dengan ragu2 gue nyoba nyapa dia duluan.
“kayaknya pernah kenal, deh!” sapa gue sok manis.
“Alfa, ya??!! dia tersenyum ke gue.
Ya Allaaaahh... betapa nyeselnya gue kalo ga gue sapa tadi. Dia bener-bener temen gue, bahkan dia langsung nyebut nama gue, nama dia aja gue gak tau.
akhirnya kita ngobrol bentar setelah akhirnya gue balik lagi ke tempat kerja. yaa... ternyata dari awal kita ketemu di daerah ini, dia tau kalo gue temennya, cuman malu kali mau nyapa. 7 tahun yang lalu kita sekolah bareng, 7 tahun lamanya kita gak pernah ketemu, dan sekarang kita ketemu dalam keadaan yang berbeda. gue bawa yamaha mio dan pake seragam dinas, sementara dia bawa honda 800 dengan gerobak sayur di belakang motornya. Gue ngerasa bersyukur dengan kerjaan gue, gue harap dan gue yakin dia juga pasti sangat bersyukur dengan kerjaan dia sekarang :) .

***                                  ***                                   ***
Story 2...

Gue juga pernah ketemu sama temen gue di pasar sayur. Hari itu sepulang dari tempat kerja gue langsung ngacir ke pasar. Pas gue beli bubur sumsum, sebelah kanan gue ada penjual sayur di emperan toko, pakaiannya lusuh pemirsa! gue pengen nangis banget karena ternyata dia adalah temen yang pernah sempet sebangku sama gue di sekolah, namanya Darti’. Dan saat itu juga gue langsung nyamperin dia, dalem ati gue langsung berdoa, “ya Allah... berikanlah rizki yang melimpah yang halal kepada hamba dan teman2 hamba semua, ya Rabb”.

***                                  ***                                   ***

Makanya sob, pandai-pandailah dalam bersyukur, rajin-rajinlah mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Diberikan pekerjaan yang halal untuk kita lakuin, meskipun hasilnya nggak sebanding dengan apa yang kita lakuin, bersyukurlah! yang penting pekerjaan itu halal. Lihatlah ke bawah, sob! lihatlah orang2 yang jauh di bawah kita... yang ngga mampu ngelakuin apa yang kita bisa. Diberikan kehidupan dan kesehatan aja udah syukur Alhamdulillah... Jadi, dari nol.. lo sendiri yang harus ngerubah nasib lo, supaya lo bisa hidup dengan ridho Allah SWT.

Thursday, October 11, 2012

ANAK2 JAMAN DULU DAN SEKARANG UDAH BEDA



Selamat malam untuk para pembaca di mana pun kalian berada.
Rasanya udah cukup lama aku nggak update tulisan di blog yang adem ini—akhirnya bisa nulis lagi juga.

Kali ini, aku pengin cerita soal pengalaman yang aku alami sejak mulai bekerja di sebuah lembaga pendidikan. Ada banyak hal yang menarik, tapi yang paling mencolok menurutku adalah perbedaan antara anak-anak zaman dulu dan anak-anak zaman sekarang.

Kenapa aku bilang beda? Ya karena emang kerasa banget perbedaannya. Mulai dari cara berpikir, tingkah laku, sampai sikap mereka terhadap orang lain.

Nggak tahu kenapa ya, aku ngerasa anak-anak zaman sekarang punya gaya dan kebiasaan yang cukup jauh berbeda dibanding anak-anak dulu. Dan hal-hal kayak gitu yang bakal aku bahas lebih lanjut di tulisan ini.

Contohnya gini nih...

Guru: (lagi fokus nerangin pelajaran di depan kelas)
Murid zaman dulu: serius dengerin, nyatet, sesekali ngangguk-angguk tanda ngerti
Murid zaman sekarang: sambil selonjoran, main yoyo, sesekali ngelirik HP... terus bilang: “Eh Bu, ulangin dong, tadi aku nggak denger...” 😅
************************************************************

Mulai sekarang, Murid Zaman Dulu akan aku singkat jadi MJD, dan Murid Zaman Sekarang jadi MJS.
************************************************************
Guru: (lagi ngajar di kelas, tiba-tiba nemu surat-surat-an di antara dua murid)
MJD 1: isi surat: “Nanti pulang sekolah anterin aku ke Mang Odong beli cilok, ya.”
MJD 2: balasan: “Iya, tapi nanti aku minta ya...” 🥴
MJS 1: isi surat: “Jar Fajar, kata Vira kamu mau balikan lagi nggak sama dia? Dia masih sayang, tapi tadi kok narik-narik tangan Hendra ya...”
MJS 2: balasan: “Iya gapapa, lhr minggu besok aku ajak dia ke tempat kemarin lagi.” 😅
************************************************************

Waktu pelajaran Bahasa Arab...

Guru: “Jadi anak-anak, ingat ya rumus ini: فعل مضارع + فاعل + مفعول به”
MJD: (manggut-manggut) “Insya Allah, Bu.”
MJS: (nyeletuk dari belakang) “Terus aku harus bilang WOW gitu??” 😎

************************************************************

Di kelas saat guru menulis materi...

Guru: “Ayo, yang ibu tulis di papan, disalin di buku masing-masing ya.”
MJD: (langsung nulis dengan tenang dan rapi)
MJS: (ketawa-ketawa, ngobrol sama temen sebelah, sibuk sendiri)

Beberapa saat kemudian...

Guru: “Encuz, kamu kok nggak nulis?”
MJD: “Pensil saya bujel, Bu...” (sambil berlinang air mata)
Guru: “Kenapa nggak pinjem temen? Sini ibu pinjemin.”
MJD: (nangis terharu)

Bandingkan dengan...

Guru: “Encuz, kamu kok nggak nulis?”
MJS: “Masalah buat Ibu??”
Guru: ...langsung naik darah 😤

************************************************************

Saat ada PR...

Guru: “Anak-anak, PR-nya dibuka, Ibu mau periksa!”
MJD: (yang lupa ngerjain buru-buru nyalin punya temen)
MJS: (jalan ke meja guru) “Bu, aku nggak ngerjain... susah semua! Aku berdiri di pojok aja, ya?” 😅

************************************************************

Jam istirahat...

Guru: (lagi males ke kantor, jadi sambil koreksi tugas di kelas dan buka HP)
MJD: (jajan di luar kelas sambil ngobrol santai sama temen-temennya)
MJS: (jajan, balik ke kelas, ngobrol keras-keras sambil makan)

Guru: “Main di luar dulu dong, Nak.”
MJS: “Wuihhh... Samsung Galaxy nih yeee...”
Guru: “Udah, main di luar dulu ya.”
MJS: (masih di tempat, lalu nyeletuk keras) “Wuih... gurunya nonton yang 17+ yaa…”
Guru: 😱 “Ya Allah, nak... apa itu?”
MJS: “Masa gak tau sih Bu... itu lho, yang kayak gini…” (sambil memperagakan hal yang absurd ke temennya)
Guru: gebrak meja! “Ke kantor sekarang juga!” 😤

************************************************************
         Miris juga ya lihat perbedaan anak-anak zaman sekarang sama zaman dulu. Nggak bisa dipungkiri, banyak faktor yang bikin karakter anak sekarang jadi beda banget—mulai dari tontonan yang gak tersaring, pengaruh media sosial, sampai makanan instan yang mereka konsumsi.

Bahkan pelajaran Fikih pun ikut menyesuaikan. Dulu, bahasan tentang haid atau khitan baru muncul di SMP. Sekarang, anak SD kelas 6 udah dikasih materi itu. Ya... mau gimana lagi, perkembangan zaman.

Bukan berarti semua anak kayak gitu, ya. Masih banyak juga kok yang sopan dan paham tata krama. Tapi, untuk para guru SD... kalian pasti ngerti banget maksudku ini 😅

Monday, May 28, 2012

Memories in Malang Tempoe Doeloe


Yesterday, tepatnya tanggal 26 Mei 2012 hari sabtu (malam minggu) adalah hari yang sangat mengesankan buatku, tapi (mungkin) tidak buatnya, Dikka.

Aku ingin menceritakan mulai awal hingga akhir sebelum aku benar-benar ingin melupakannya sama sekali.

Kira-kira pukul 8.00 pagi Dikka sms aku yang intinya dia mau ke wilayahku untuk survey ma’had dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) buat adeknya. Dia minta aku nemenin dia dan dengan hati yang tulus aku bersedia, karena anda tau? Aku begitu merindukannya. <-- to the poin banget

Pulang sekolah aku bertemu dengannya di depan masjid hisbullah. Dia cakep, bawa motor apaaaaa ya... aku tak begitu peduli. Yang jelas aku tak bisa mengendarai motor besar macam itu. Hahaha....

Aku mengantarkan dia masuk ke halaman MIA 02 tempatku sekolah dulu. Dia melihat-lihat sekitar, sesekali memotret dengan menggunakan henfonnya. Dia melihat-lihat... dan aku melihatnya diam-diam! Dan yang kupikirkan “betapa kerasnya hatimu yang tak mau menatapku disini”. Setelah dia puas melihat-lihat sekolah itu, dia mengajakku melihat ma’had. What?? Aku pake celana, membawa temen cowok ke ma’had?? Bukankah itu TABU sekali?? Aku mengatakan padanya bahwa aku belum siap ke ma’had karena aku pake calana. Lalu aku hanya mengantarkannya melihat-lihat bagian luarnya saja. Setelah itu dia mengantarkanku pulang. Yahh...!! hanya itu yang ingin dia lakukan denganku! Cuma itu! Tidak ada jalan-jalan, tidak ada makan-makan. Emm... mungkin dia sedang puasa, atau.... dia memang tidak suka denganku.

Pukul 14.00 seperti biasaa, aku ke ma’had untuk menjalankan tugasku. Sambil ngajar, aku smsan dengan dia yang sedang galau karena berusaha menghubungi Aya (teman kami yang tinggal tak jauh dari rumahku juga) tapi tak kunjung ada jawaban. Hingga aku pun berusaha menghubungi Aya sama seperti yang sedang ia lakukan. Dan tetap, tak ada jawaban. Aku kasihan, jauh-jauh dari Sidoarjo dia merasa asing disini. Aku ingin menemaninya, tapi dia menolak, hingga dia tak lagi membalas pesanku setelah berpamitan untuk pulang saja. Aku sedih! Hanya inikah pertemuanku dengannya? Kenapa kondisinya sangat menyedihkan?? Tanpa teman, sendiri, dan akhirnya kembali pulang. Dan aku..... menangis! <-- cengeng

“Bahkan aku belum sempat mengatakannya kepadamu, tiba-tiba kau sudah pergi! Aku hanya ingin bilang, maafin aq!” :’(

Hampir menjelang maghrib, Aya, temanku yang tadi tak bisa dihubungi, kini sms aku seperti ini, “MTD”. Aku langsung memarahinya karena dia tadi tidak mengangkat telponku atau pun telponnya. Karena aku kasihan, dan sekarang Dikka sudah pulang.
Dan anda tau? Temanku ini ternyata sedang bersama Dikka. Dia mengajakku ke MTD. Aku masih ingat ketika tadi siang sebelum Dikka pergi meninggalkanku, aku mengajaknya ke MTD, dan dia cuma bilang, “gak terkenal”.

Aku mengiyakan ajakan mereka dan segera mencari tebengan motor ke temenku yang lain untuk berangkat ke sana. Hingga ada sms masuk dari Aya “kamu dibonceng Dikka!”.
Kira-kira pukul 18.15 selesai sholat maghrib, mereka berdua sudah menjemputku di depan rumah. Kami melaju........

Boncengan dengan Dikka rasanya.... senang! Meski hanya menatap punggungnya, aku merasa bersyukur, karena dia mengabulkan permintaanku yang awalnya dijawab dengan sinis. Aku merasa sedang menjadi seorang putri yang duduk dengan pangeran tampanku. Dari kaca spion aku bisa melihat wajahnya... sesekali atau dua kali aku terus melihat ke arah kaca spion. Dia tidak menyadari ada seorang gadis yang sedang memperhatikannya lewat kaca spion! Hatiku selalu berkata, “ada aku disini, tidakkah kau mau melihatnya?? Atau kau akan terus membelakangiku seperti ini?”, tanpa dia sadari gadis yang sedang duduk dibelakangnya menitikkan air mata yang segera dia hapus kembali.
Sesampainya di MTD, dalam perjalanan menuju teman-teman (tempat kami ketemuan) dia seakan menjagaku. Dia mempersilahkan aku untuk jalan di depan. Dia memegang pundakku agar kami tidak terpisah di keramaian ini. Sesekali aku bercanda dengannya. Mata kami saling bertemu dan aku buru-buru membuangnya, malu! Tapi kami tetap bercanda. Dia sering menggodaku ini itu, aku hanya sering tersenyum melihat dan mendengar godaannya padaku :).

Di tempat ketemuan (tetap dalam keramaian suasana MTD), kami tak melihat seorangpun teman kami. Sambil menghubungi teman-teman yang lain, di tengah lagu-lagu bernuansa reggae yang dilantunkan penyanyi rasta dari atas panggung, tiba-tiba dia memegang kedua lenganku dan menghadapkanku ke arahnya, dia mengajakku berdansa! Aku terkejut! Lalu aku tertawa... hahaha... dan dia tersenyum melihatku.
Hingga akhirnya teman-teman kami yang lain bermunculan. Kami semua berjalan mengikuti arus MTD. Setelah malam hampir mencapai puncaknya, pukul 10.30 kami memutuskan untuk pulang.

Dia memboncengku lagi...

Kali ini dia mengendarai motornya dengan laju yang sangat cepat-100 km/jam-. Sering kali aku maju mundur karena rem yang dia tahan berkali-kali.
Rumahku hampir dekat, aku bertanya kepadanya apakah dia tidak dingin dengan jaket jeans yang dia pakai untuk pulang ke Sidoarjo? Karena aku memang berniat untuk meminjamkan jaketku ini padanya. Lalu dia berkata padaku, “tangan pean mana?”, aku masih bingung dengan kata-katanya. Lalu aku menyodorkan tanganku dan dia menggenggam menarik tanganku untuk mendekapnya. Sumpah ya pemirsah! Aku sangat kaget dengan semua tindakan yang dia lakukan kepadaku.

Sampai depan rumahku, aku memaksanya untuk menerima jaketku, tapi dia tetap tidak mau. Aku masuk rumah dan mengirim pesan kepadanya:

“Dik, hati2 djln, pelan2 sja! Trmksh utk hri ini! Kl sudah smpe rumah beri tw aku”

Pukul 00.59 dia sms, “Meiza, aku sdh nympek rumah. Sudah bobo’kah?”..... dan aku.... sudah terlelap.

Cinta itu..... tak pernah bisa dipaksakan! kita tak pernah bisa mendikte seseorang untuk mencintai kita. Kita tak bisa memaksa seseorang untuk mencintai kita. Kita juga tak bisa melarang seseorang untuk mencintai orang lain. Orang yang sedang jatuh cinta, dia pasti merasakan patah hati yang tertunda... entah esok, lusa, kita tidak tahu apakah sakitnya hati ini bisa menjadi sebuah kebahagian sebagai balasan ketulusan cinta yang kita berikan... yang terpenting! satu hal yang bisa membuat kita kuat, adalah... DOA! :)
Karena kita, punya Allah, yang selalu memberikan cinta-Nya untuk kita :)


-SEKIAN-

Monday, March 26, 2012

The Anniversary our Learning Consulting "Galileo Course Center"

 

Acara tasyakuran kecil-kecilan, yang kita rayain di Pizza Hut Malang Town Square (MATOS)... yahhh... inilah kami, para Tentor di sebuah Lembaga Bimbingan Belajar yang kami kelola sendiri di sebuah lingkungan santri tepatnya di Singosari Malang...


Memory...........
February 19th, 2012 on Sunday.....



Okay! Let us introduce ourselves...
Loading...
Fitrah an-Neisha is the director as well as the tutor for Maths subject.
Avhee is the tutor for Indonesian language also served as the secretary of the institution.
Ni'mah El-Izzah is the treasurer of the institution as well as the Science tutor.
Well, I am the tutor for three languages (English, Arabics and Javanese) at the instituion or so called "GCC" Study Guidance Institution :)




And You know what...??

-Cenik- -Avhee- -Teten- -Coy-

We are happy that day \(`▽´)/

SMS I’m in Hurt

Sebelum lo ngelanjutin baca, mending ngebaca "SMS I'm in Admiration" dulu, biar nyambung bacanya (^_^). Nyarinya di label yang sama dengan ini yaaahh... bagi yang udah ngebaca "SMS I'm in Admiration", silahkan lanjut membaca....








December, 31st 2011
Dan akhirnya dia membalas pesan gue selama berbulan-bulan dia mengabaikan gue dengan kejamnya. Dia, Dikka.

Suatu sore, temen gue, si Jay... sms gue yg intinya ngajakin gue ke tempatnya Dikka. Gue gak ngebales karena mungkin dia nggak serius seperti sebelum2nya. Beberapa menit kemudian ada pesan lagi masuk ke inbox gue, dari Jay...

From Jay:
Mei, kapan k rmhnya Dikka,, anake udah bs dikonfirmasi. Barusan minta salamin... salam buat kamu.
lalu gue bales dengan sangat malas.
To Jay:
oh ya? Terserah deh!
From Jay:
hehehehe dia nanyain kmu tyus low, sekalian aja wes, ckckckckck
belum sempet ngebales, hp gue mati.

***              ***              ***

Malam, kira-kira pukul 19:14 gue sms si Jay
To Jay:
sbb, hpq td lowbat trus mati. Halaaahh bsa aj klu ngarang kmu ini. Btw, Sekalian apa maksudnya Jay?
From Jay:
         sekalian sesuatu gt,,, Cz sptnya diantara klian ada chemistri.. hehehehehe <--- Whoooot? Chemistri?? :D emang apaan itu? Haha...

dengan penasaran gue ngebales sms dia.
To Jay:
Hush! jgn ngarang deh! Jd, ada rencana kapan main ksana? Mumpung aku masih ada waktu nganggur 2 minggu ini, hehe... atau setelah tgl 14 January aja sklian, stelah aku pulang dari ibu kota. Okay?
Secara ya, gue emang lagi ada urusan ke Ibu kota. Gue daftar kuliah S2 ke Luar Negeri, dan harus ngurusin itu semua, mulai dari nerjemahin dokumen-dokumen resmi sampe yang gak resmi, legalisasi formulir plus berkas-berkas, dan ngumpulinnya pun harus ke KEDUBES BD. Oke, itu bukan cerita yang mau gue bahas kali ini. Fokus sama smsnya si Jay!

Suatu ketika gue teringat sama smsnya Jay yg bilang kalo Dikka salam ke gue. Gue nyoba sms ke Dikka yg seperti biasa, selalu dia abaikan tanpa ngebales gue, dan kali ini pun gue yakin banget gak bakal ada satu pun nama dia masuk di inbox gue.
Meiza (gue): Setidaknya aku menerima titipan salam dari temenku ini, alaykumsalam :) ohya, sekalian aku mau pamit k Jakarta (g pntg sih) klu ada kesalahan mhon dimaafkan”.
Dan... gue gak nyangka gitu, ada pesan masuk ke inbox gue dan itu dari dia, Dikka...
Dikka: knp k Jakarta?
Gue kaget! Gue ngelamun sebentar sebelum akhirnya gue ngebales dia.
Meiza: Hah?? Sumpeee ini Dikka? Ngebales smsku! Kamu sadar udah ngebales smsku? Emm... ada urusan yg hruz diselesaikan di deplu dan kedubes BD di Jakarta. Mohon doanya ya! <--- gue heboh pada awalnya, tapi gue gak mau ngungkit-ngungkit sikap dia ke gue.


Lo tau cerita ini guys? Kenapa dengan adanya pesan Dikka yang masuk ke inbox ini sangat mengagetkan gue?! Ok! Gue akan sedikit berflashback ke hari itu, hari dimana Dikka tiba-tiba sama sekali nggak menghubungi gue, hari-hari yang sangat ngeselin buat gue, hari dimana gue terserang tekanan bathin! Hari dimana gue ngerasa sangat nggak berharga, hari dimana dia nggak mau tau sms gue... setelah dia tau perasaan gue yang sesungguhnya.

Suatu ketika gue ngasih tau Dikka kalo gue itu suka banget nulis hal-hal yang mengesankan buat gue. Karena gue suka ama dia, kali ini gue nulis tentang dia, tentang pertemuan dengan dia, tentang percakapan gak penting dengan dia lewat sms, dan tentang perasaan kagum gue ke dia semua ada di tulisan gue itu. Gila kan gue? Nekad abiez!! Tapi gue gak peduli nantinya dia bakal komentar apa, karena gue gak minta apapun dari dia. Gue cuma suka nulis! Cuma nulis! N-U-L-I-S! 

Gue ngasih tau dia via sms bahwa tulisan gue akan gue posting di blog gue. And you know what? Balasan dia kayak gini, “aq gak sabar utk membaca tulisan itu, Za ;-)”.
Dan itulah terakhir kalinya Dikka sms gue. Entah... gue gak tau dimana letak kesalahan gue, entah apa yang salah dari tulisan gue itu, entah dia marah atau enggak dengan apa yang gue rasain, gue gak tau. Tiba-tiba dia ngilang gitu aja. Mengabaikan gue dengan sadisnya. Berpuluh-puluh sms gue kirim ke dia, tapi tak satu pun dapat balasan. Dari sinilah hati gue mulai merasa berontak, pikiran gue kacau, dalam otak gue cuma ada kata “kenapa?, mengapa? Ada apa? Kenapa gue diginiin??”, setelah dia tau perasaan gue lewat tulisan itu, dengan indahnya dia mengabaikan gue tanpa ada say “good bye” sedikitpun. 2 bulan lamanya dia mengabaikan gue. Dan itulah alasan kenapa gue sangat kaget ketika ada nama dia tiba-tiba masuk ke inbox gue.
Oke, kembali lagi ke sms dia yang tadi.
Dikka: berapa hari?
Meiza: mungkin sekitar 1 minggu lebih. Pertengahan January insya Allah sudah pulang Dikk. Ini nomornya Dikka kan?, Jay ngajak main ke SDA, tp sudah kubilang sepulang dari Jkt saja.
Dikka: kasih kabar y dsana.. aq tunggu klu mau kesini :)
Gue: insya Allah :)
Dikka: maafin aQ.

Dari sini, gue berfikir... ada apa dengan dia akhirnya? Apa hatinya sudah terbuka? Ada yg aneh! Tapi gue tetep ngebales pesan dia seakan-akan tidak pernah terjadi apa pun.
Meiza: (tdk minta maaf pun sudah kumaafkan) nggeh, sami2 :)
Keesokan harinya (lebih tepatnya hari Jumat) gue ngerasa penasaran banget, gue pengen nanya kenapa selama ini dia nggak menghubungi gue. Karena anda tau? Sakiiiit sekali! Perihnya terasa banget!
Meiza: klo Meiza boleh tau, kenapa Dikka minta maaf kemarin? Cm butuh klarifikasi aja :)
(dia gak ngebales, mungkin emang masih sholat jumat)
Gue: em, tidak usah dijawab wes ya :) jaga diri baik2 mohon doanya juga ya...
Gue cuma gak pengen ada suasana gak enak diantara kami. Tak lama dia balas.
Dikka: aq baru buka 2 sms Meiza ini, baru pulang sholat jumat aq. Maaf. Knp pertanyaan itu gak langsung kamu tanyakan kemarin? Knp baru sekarang kamu tanyakan? Apa kamu sering memikirkan aku? <--- tuing tuing tuing

Ternyata, kemarin bukan jawaban “nggeh sami2” yg dia inginkan dari gue, tapi pertanyaan “mengapa?”.
Meiza: kmrin lg gak pengen ngrusak suasana hati kamu aja. Em.. ya.. karena aku merasa knp diginiin aja. Maaf ya...
Dikka: sebenernya ada sesuatu yg pgn aq tanyain. Tp baru bisa aku tanyain klu qta udah ketemu. Meiza berangkatnya kpn ke Jakarta?
Meiza: tgl 4 January Dikk. Em... knp? kok nunggu ketemu?
Pertanyaan gue nggak dibales sama dia. Karena gue penasaran sama kata-katanya, gue langsung sms si Jay.
Meiza: Jay, mw nanya nih... sbnernya Dikka nanya apa aja soal aku? Qt kan prend yah, kok nanyanya lewat kmu sih? Nggak langsung nanya ke aku aj? Ada apaan nih?! <--- Alasan gue udah keren belum yah...?? :D
Jay: aseg aseg.. bsok aja qu tlpon.
Keesokan harinya gue nunggu telpon dari Jay yg gak juga nelpon. Akhirnya gue sms dia.
Meiza: heh! Katanya mau telpon!
Nggak lama handphone gue bunyi. Gue angkat dan gue ngobrol sama si Jay, cuma bentar siy, gak begitu jelas juga dia ngomong apaan! Eh, tiba-tiba mati. Pulsanya abiz kali, kalo emang pulsanya abis, sok-sok-an banget dia mo nelpon gue. (cerewet amet guee (^o^ ) haha...)
Meiza: kok mati?
Jay: to the point nya tar ku sms.
Selang beberapa menit dia sms gue lagi...
Jay: sms terkhir dr Dikka = ’jujur, aq tak pantas mendapatkan dia bung, diriku udah terlalu buruk bwt dia... aku tak ingin melukai dia... Meiza bener2 terlalu baek buat aku. (aku Cuma kangen sama dia, maaf kalo berlebihan)’
Setelah baca sms itu, gue diem. Berpikir! Jadi... itu yg dia rasakan ke gue? Lalu, kemana dia selama beberapa bulan ini? Kenapa dia mengabaikan gue? Kenapa dia menjauh dari gue? Kenapa gue diginiin? Sejenak pipi gue udah basah karena dialiri air mata gue sendiri (ya iyalah masa air mata kodok). Tenggorokan gue sakit, dada gue terasa sesek. Mengingat semua kejadian bersama ini, sebenarnya ada apa di antara kami?? Gue bingung. Kami hanyalah temen, dia pun udah punya cewek (yg dia bilang udah putus), tp ada apa dengan hati kami? Kenapa begitu sakit? Setelah ketertegunan yang begitu panjang dan lama, gue sms Dikka.
Meiza: Insya Allah setelah aku pulang dari Jkt, aQ akan main2 ke sana. Aku tunggu uneg2 yg pengen kamu tanyakan ke aku. Maaf.
Dikka: aQ tunggu... <--- gila! Singkat banget!
Tiba2, rasa bimbang itu muncul untuk kesekian kalinya. Tanda tanya besar dalam pikiran gue. Dan gue sadar... gue lagi DILEMA!

***              ***              ***
 
January, 1st 2012

Kira-kira pukul 00.03am, gue ngirim ucapan ke Dikka...
Meiza: Qt sudah masuk tahun 2012... terdengar suara kembang api dan petasan dimana-mana!! Syg mataQ tak dapat menahan rasa kantuk yg teramat sangat!! Tp cukup kuat u/ bisa menulis pesan pada orang yg jauh disana. Selamat tahun baru Masehi 2012.


...dan lo tau?? dia ngebales sms gue dengan kilat pemirsaaahh...!! ini tengah malem loohh!! 

 Dikka: ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆ aku mengirimkan ribuan bintang ini untukmu. Walau telat... semoga tetep kamu simpen... HAPPY NEW YEARS 2012. mOga makin lebih baek.

To be continued...

Bersambung dulu ya... masih banyak tugas (✿◠‿◠)

Dont miss it!